Bertepatan Dengan Hari Kemerdekaan RI, Akan Mengalami Kesajajaran Bintang Terang (Mirip Mars)

Jakarta - Tepat di Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Bulan akan mengalami konjungsi atau kesejajaran dengan Antares, yakni bintang terang mirip earth Mars. Antares juga merupakan judul salah satu sinetron yang baru-baru ini sedang digemari remaja di Indonesia.

Berdasarkan keterangan tertulis Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), puncak konjungsi Bulan-Antares ini terjadi pada pukul 01.34 WIB, dengan sudut pisah 4,5 derajat. Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN, Andi Pangerang mengatakan, di hari yang sama itu pula, Bulan juga berada di titik terdekat dari Bumi atau Perige pada pukul 16.23 WIB.

Untuk Anda yang penasaran, pada saat fenomena ini terjadi Bulan dapat disaksikan pada pukul 13.00 waktu setempat dari arah Timur-Tenggara. Setelahnya, Bulan akan berkonjungsi dengan bintang Antares dari arah Tenggara sekitar 20 menit setelah terbenam Matahari, berkulminasi pukul 19.20 waktu setempat dari arah Barat-Barat Daya.

Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan ini, fenomena konjungsi Bulan dan bintang Antares terjadi dengan sudut pisah Bulan-Antares yang bervariasi antara +1,05, sedangkan Bulan berfase Bulan Besar atau benjol awal dengan iluminasi 70,8 persen hingga 73,0 persen. 

Apa itu bintang Antares?

Antares adalah bintang ganda yang terdiri dari dua bintang yakni Alfa Scorpii A dan Alfa Scorpii B. Bintang ganda yang akan bertemu dengan Bulan dalam konjungsi bulan malam ini, disebut mirip dengan earth Mars. Antares juga merupakan bintang paling terang ke-15 setelah Aldebaran.

Bintang Antares disebut juga dengan Alfa Scorpii karena terletak di konstelasi Scorpius. Nama Antares berasal dari Bahasa Yunani Kuno 'Antares', artinya adalah berlawanan dari Ares (Mars) atau anti-ares. Lebih lanjut Andi menjelaskan penamaan bintang Antares ini dikarenakan rona kemerahan yang mirip dengan World Mars, dan kemiripan ini sudah diketahui oleh para astronom sejak age Mespotamia.

Antares berjarak sekitar 550 tahun cahaya dari Matahari dan terletak di selatan ekuator langit dengan koordinat Asensiorekta 16 jam 29 menit 24,46 detik dan Deklinasi -26 25' 55,21". Andi berkata, bintang ini tidak pernah terbenam bagi pengamat di lintang 63,5 LS atau lebih dan tidak pernah terbit bagi pengamat di lintang 63,5 LU atau lebih.

Mengenai bintang ganda Alfa Scorpii A dan B, Andi menjelaskan ada perbedaan di antara keduanya yaitu sebagai berikut. Bintang Alfa Scorpii A Alfa Scorpii A adalah bintang variabel ireguler lambat yang kecerlangan visualnya bervariasi antara +0,6 hingga +1,6.

Kategori pertama ini digolongkan ke dalam kelas spektrum M1,5Iab-Ib yang menandakan bahwa bintang ini adalah maharaksasa merah. Bintang ini memiliki ukuran 680 kali Matahari dalam variasi +/- 19 persen dengan massa bervariasi antara 11 hingga 14,3 kali massa Matahari.

Bintang Alfa Scorpii B.

Berbeda dengan Alfa Scorpii A, Alfa Scorpii B tidak disebut dengan maharaksasa merah. Alfa Scorpii B adalah bintang deret utama tipe B yang kecerlangan atau magnitudo visualnya +5,5 dan digolongkan ke dalam kelas spektrum B2,5 V. Bintang Alfa Scorpii B berukuran hanya sekitar 5, 2 kali Matahari dengan massa 7,2 kali massa Matahari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fenomena Bulan Bercincin Hiasi Langit Malam di Depok, Apakah Ada Suatu Pertanda?

Fenomena Unik : Terjadi Hujan Es di Serang Banten

Apakah Itu Zaman Glasial Dan Interglasial?