Mengetahui Kandungan Muntahan Ikan Paus Sperma, Berikut Selengkapnya
Jakarta - Kandungan muntahan ikan paus sperma berisi zat yang biasa digunakan di
industri parfum dan berharga tinggi. Karena langkanya muntahan ikan paus
yang disebut ambergris ini bisa membuat penemunya auto tajir.
Dikutip dari Science Emphasis, ambergris adalah zat lilin yang
dihasilkan oleh paus sperma untuk melindungi ususnya dari hewan laut
keras yang dimakannya. Seiring waktu, paruh dan zat lilin bergabung
bersama untuk membentuk massa ambergris yang besar dan padat.
Meskipun pernah dianggap bahwa paus memuntahkan ambergris namun ada
beberapa perdebatan mengenai hal ini. Para ilmuwan sekarang berpikir
bahwa kemungkinan besar itu melewati rektum.
Karena saat pertama kali dilepaskan, ambergris dikatakan berbau feses
yang agak kuat. Namun saat mengapung di laut dan terkena sinar matahari,
aroma ambergris melunak dan menjadi lebih musky.
Ambergris banyak digunakan industri parfum karena bisa membuat scent parfum
bertahan lama dan kuat. Karena itu harga ambergris ini sangat fantastis
dan bisa mencapai miliaran rupiah.
Selain untuk parfum, ambergris juga digunakan sebagai campuran makanan
seperti yang dilakukan oleh Raja Charles II dari Inggris. Sedangkan
orang Mesir kuno menggunakan ambergris sebagai dupa.
Bertahannya aroma parfum yang diberi campuran ambergris ternyata karena
kandungan alkohol dari muntahan ikan paus tersebut. Ada 456 jenis
alkohol dari setiap ambergris, satu diantaraya adalah amberine yang
kandungannya mencapai 25-45 persen.
Amberine ini merupakan alkohol yang tidak berbau dan merupakan hasil estraksi dari
ambergris. Amberine inilah yang membuat fragrance parfum bisa bertahan lama.
Sedangkan kualitas ambergris yang terbaik adalah yang berwarna putih
murni. Ini adalah ambergris murni yang belum lama dihasilkan oleh paus
sperma.
Warna ambergris ini akan berubah seiring oksidasi karena terpaan sinar
matahari dan udara ketika mengambang di laut. Semakin lama warnanya akan
pekat, lambat laun berubah hitam dan membuatnya menjadi tidak berharga.
Jika menemukannya di laut, sebaiknya Anda jangan menyimpannya dengan
cara dibungkus atau disegel dalam plastik karena bisa meruak kualitas
sperma paus tersebut.
Karena ambergris bahan alami, sebaiknya diperlakukan juga secara alami
dan tidak perlu dijemur di bawah matahari langsung karena bisa meleleh.
Cukup diangin-anginkan saja dengan suhu ruangan. Jauhkan juga dari benda
yang mempunyai aroma kuat.
Sejauh ini, ambergris adalah salah satu benda yang paling langka karena tidak semua paus
sperma mengeluarkannya. Christopher Kemp, penulis "Drifting Gold: A
Natural (and also Abnormal) Background of Ambergris" mengungkapkan,
ambergris hanya diproduksi 1 persen dari populasi mereka saat ini.
Ambergris banyak ditemukan di Samudera Atlantik dan pantai Afrika
Selatan, Brasil, Madagaskar, Hindia Timur, Maladewa, China, Jepang,
India, Australia, Selandia Baru, dan Kepulauan Maluku.
Dengan langkanya ambergris ini membuat harganya sangat fantastis. Awal
Maret, seorang nelayan Thailand menemukan ambergris seberat 7 kg dan
dijual Rp3,6 miliar. Nelayan di Yaman juga menemukan ambergris seberat
120 kilo dan dijual sekitar Rp21 miliar.
Komentar
Posting Komentar